PT Banyumas Investama Jaya (PT BIJ) di akhir tahun 2025 ini akan memproduksi Refuse Derived Fuel (RDF) dengan mesin pencacah baru. Mesin tersebut telah hadir di tempat produksi RDF PT BIJ di Kedungrandu, Banyumas pada (15/11) dan saat ini sedang dalam proses penginstalan.
Mesin baru yang dimiliki oleh PT BIJ ini adalah mesin yang diperoleh dari bantuan hibah yang merupakan bagian dari Program Seed Grant – Smart Green ASEAN Cities (SGAC) yang disalurkan oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Program ini menjadi langkah strategis mempercepat transformasi kota-kota di Indonesia menuju pembangunan hijau, sekaligus memperkuat mekanisme pembiayaan hijau yang aman dan berkelanjutan.

Melalui program ini, PT BIJ menerima hibah senilai US$120 ribu dari UNCDF untuk memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan. Dana hibah digunakan untuk pengadaan mesin pencacah RDF dan modal kerja untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu. Dengan adanya penambahan mesin yang baru di Banyumas diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi RDF.
Direktur PT Banyumas Investama Jaya, Bayu Setyo Nugroho menargetkan PT BIJ bisa memproduksi 56 ton RDF per hari.
“Dengan adanya mesin yang baru ini, di awal produksi kita berharap bisa menghasilkan 28 ton RDF per hari. Dan nanti untuk jangka menengahnya saat kita bisa menambah mesin lagi kita bisa memproduksi RDF 56 ton per hari”, jelas Bayu.

