UNCDF, KemenLHK dan BPDLH Lakukan Kunjungan Lapangan ke Tempat Produksi RDF PT BIJ

Tim dari United Nations Capital Development Fund (UNCDF), Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Jumat (28/11/2025) melakukan kunjungan verifikasi lapangan ke tempat produksi Refuse Derived Fuel (RDF) PT Banyumas Investama Jaya (PT BIJ). Kunjungan dilakukan sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan Program Smart Green ASEAN Cities (SGAC).

Program ini menjadi langkah strategis mempercepat transformasi kota-kota di Indonesia menuju pembangunan hijau, sekaligus memperkuat mekanisme pembiayaan hijau yang aman dan berkelanjutan.

Melalui program ini, PT Banyumas Investama Jaya (PT BIJ) menerima hibah senilai US$120 ribu UNCDF yang disalurkan melalui BPDLH untuk memperkuat pengelolaan sampah berkelanjutan. Dana hibah digunakan untuk pengadaan mesin pencacah RDF dan modal kerja untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu. Dengan adanya penambahan mesin yang baru di Banyumas diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi RDF.

Kunjungan verifikasi lapangan dilakukan sebagai bentuk pemeriksaan kesesuaian antara laporan kemajuan dengan kondisi aktual.

Project Officer Program SGAC, Abdullah Zed menyampaikan bahwa hasil verifikasi lapangan di Kedungrandu setelah meninjau instalasi awal alat pengelolaan sampah menjadi RDF, progresnya luar biasa.

“Hasil verifikasi lapangan hari ini ke Kedungrandu, kita meninjau hasil awal instalasi alat pengelolaan sampah untuk menjadi RDF progresnya luar biasa. Dalam waktu yang cukup singkat, proses instalasi alat, commissioning test dan lain-lain sudah bisa dilakukan. Tadi kita sudah lihat di lapangan, alat-alat yang direncanakan untuk diinvestasikan mendorong pertumbuhan pengelolaan sampah di Banyumas lewat metode RDF itu sudah tercapai”, jelas Abdullah.

Abdullah berharap dengan adanya alat yang baru ini, mulai saat ini hingga tahun-tahun kedepan, kapasitas pengelolaan sampah menjadi RDF oleh PT BIJ akan meningkat berkali-kali lipat.